|
Written by pnyet
|
|
Hari ini aku berangkat ke Jakarta dalam rangka memenuhi panggilan dari menejemen PT. Lerindro Int. yang beberapa waktu lalu aku sudha mengikuti interview di perusahaan tersebut. BoNek dan harapan diterima kerja menjadi teman diperjalanan yang menyesakan, Berangkat dari stasiun Blitar pukul 5 sore, jeng...jeng,,,,jeng.....
Silahkan ke gerbong 6 kursi nomor 14C, begitu instruksi dari pemeriksa tiket. Tanpa pikir panjang aku langsung menuju gerbong 6 kursi 14C, seteleh menemukan tempat duduk ternyata kursi yang dimaksud sudah ditempati nenek-nenek. Yach terpaksa harus nunggu hingga nenek-neken tersebut turun. Suasana merakyat memang sangat jelas didalam kereta ini, pasalnya selain gemuruh gerbong suara manusiapun tak pelak membuat rasa risih dan sangat mengganggu kenyamanan. Selain itu lalu lalang asongan , pengamen dan pengemis juga mewarnai perjalananku ke Jakarta. Sekian lama aku berdiri akhirnya nenek tersebut turun, so paling tidak aku bisa menyandarkan punggung dan beristirahat. Tapi ternyata semua tidak sesuai dengan harapan. Setelah duduk sekitar 2 jam pungunggung dan lulut terasa sakit karena sudah lama tidak bergerak. Keinginan untuk meluruskan kakipun tidak dapat terlaksana karena tidak ada tempat untuk meluruskan kaki. Adu...h sungguh tersiksa rasanya naik ekonomi, tapi apa mau dikata inilah yang harus kujalani demi dompet yang tinggal kartu nama  . Sambil berdo'a semoga di Jakarta mendapat tempat singgah gratis sementara tak terasa penderitaan ini hampir mencapai puncak ketika kakek-kakek disampingku tidur mendengkur dan menindihkan kakinya keatas pahaku seperti tanpa merasa berdosa. Tapi aku yang tidak bisa bergerak hanya bisa pasrah pada keadaan yang sangat tidak menyenangkan tersebut.
|