|
Pagi ini mendapati semua server dalam kondisi aman, datang ke kantor jauh lebih awal agar bisa menulis opini mengenai materialistis vs realistis. Ada yang blang kalau materialistis a.k.a matre tidak berbeda jauh dengan realistis [ngeles] atau sebaliknya. Tak bisa dipungkirii bahwa hidup di jaman sekarang ini tidaklah mudah, semua serba uang, semua dinilai dengan uang dan materi. Opini dibawah ini adalah murni dari saya sendiri dan juga berdasarkan referensi yang ada. Matre vs Realistis?
Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi. Pada dasarnya semua hal terdiri atas materi dan semua fenomena adalah hasil interaksi material. Materi adalah satu-satunya substansi. Sebagai teori materialisme termasuk paham ontologi monistik. Materialisme berbeda dengan teori ontologis yang didasarkan pada dualisme atau pluralisme. Dalam memberikan penjelasan tunggal tentang realitas, materialisme berseberangan dengan idealisme. Realistis adalah paham yang mendasarkan sesuatu pada realita. Terkadang orang sulit membedakan antara matre dan realistis, karena memang saat ini semua memerlukan uang, harta benda yang keduanya disebut juga dengan materi. Lalu bagaimana membedakan matre dan realistis? Saya pikir matre adalah sikap yang melihat materi sebagai tolok ukur dari berbagai hal, fenomena yang terjadi adalah hubungan antara dua sejoli [cie....] yang dilandasi dengan mendasari hubungan mereka dengan materi. Pola pandang inilah yang akhirnya menjerumuskan manusia untuk mendewakan uang, dan mengesampingkan atau merubah pola pikir dan perasaan mereka [penganut materialisme] sehingga ketika semua kebutuhan materinya terpenuhi maka dia merasa dalam puncak kebahagiaan. Pada umumnya matre menjadi penyakit pada wanita meskipun banyak juga kaum adam yang terjerumus kedalamnya. Sedangakan realistis adalah istilah yang lebih halus, karena realistis tidak mendewakan materi diatas segalanya. Realistis hanya bertumpu pada kenyataan yang harus dihadapi dengan pola pikir rasional dan mengedepankan realita. Dan pola pikir realistis tidak menjadikan materi menjadi tolok ukur kebahagian, disini perasaan masih mempunyai peran dominan penentu kebahagiaan. Footnote: Kebahagiaan adalah dimana ketika kita merasa senang, tenang dan nyaman. Bilamana kita merasakan semua itu. Dan bila kita merasakan semua itu pada saat bergelimang harta, maka selamat Anda telah menjadi penganut materialisme. Kebahagiaan seperti ini akan terkikis oleh waktu seiring habisnya materi atau kekurang puasan akan materi. Sedangkan bila kita merasa senang, tenang, nyaman pada saat kita bersama orang yang kita sayangi atau cintai maka SELAMAT, Anda telah menemukan kebahagian sejati. Reference: Thanks to AEP
|