|
Pnyet adalah canonical name dari nama saya [David], dan p_nyet adalah id yahoo messenger saya. Lalu kenapa saya memilih pnyet sebagai A.K.A? Simak jawabannya di episode ini!!
Pada zaman dahulu kala, awal mula bekerja di Surabaya sebagai teknisi LAN dan WAN wired/wireless, Sebelumnya aku sudah mempunyai nick, tapi kupikir nick tersebut menggambarkan sesuatu yang sungguh TERLALU atau "Wah". Pada dasarnya aku orangnya biasa-biasa saja[cupu, -red], so kemudian kuputuskan untuk mencari nick baru yang simple dan nick tersebut sama sekali tidak berhubungan dengan IT. Dalam berburu nick id aku sempat bingung hingga beberapa hari, namun pada akhirnya aku inget aktivitas Setiap pagi saya selalu mencari nasi pecel di sekitar kantor, namun pecel aseli Blitar tidak ditemukan adanya cuma pecel madiun. Kemudian di deket kantor ada warung tempe penyet, selain nyediain tempe penyet ada juga lele penyet, ayam penyet, dan juga soto madura[rasanya aneh . Pertama kali datang aku sangat merasa tidak nyaman, karena tempatnya yang kurang bagus dan penyajian makanan yang kurang menarik, karena dari awal image yang tercipta adalah keburukan seperti itu maka saat menguyahnya pertama kali juga merasakan ketidak enakan pada makanan tersebut hal ini terjadi karena sugesti saja. Berhubung tidak ada warung makan lain yang lebih baik maka aku tetap membeli makan disitu, meski harus dibungkus. Dan setelah beberapa hari mengecap dan mengenal makanan ala penyet aku justru ketagihan ama lele penyetnya. Setelah dirasa dan diraba ternyata rasanya gurih juga, akhirnya tiada hari tanpa penyet. Hm.... gimana ya klo pake nick p_nyet? Setelah aku pikir-pikir ternyata p_nyet relatif memenuhi syarat yang tadi aku inginkan. Sebelum dirilis nick p_nyet sempat aku mintakan pendapat ke teman sekaligus seniorku di netkom waktu itu. Kira-kira seperti dibawah ini kutipannya: P adalah p_nyet / aku A adalah Ardy p : "Ar, ya opo lek aku nggae id p_nyet" A : "Huahahhaheuheuheuheh" p : "Lah kok malah nyengenges?" A : "Pas banget" p : "Pas yo? Manteb kan?" A : "Iyo, pas karo awakmu seng culun, kuru koyo tempe penyet, hahahaha" Akhirnya id p_nyet aku rilis saat itu juga. Pesan moral dari pengambilan p_nyet adalah kasus yang terjadi pada makanan penyet yang tadinya ku anggap nggak enak, bahkan nggak sedap dipandang ternyata setelah mengenalnya aku baru mengetahui betapa nikmat si penyet [lele pnyet, -Red] . Dengan ini diharapkan p_nyet yang saat ini mulai beranjak dewasa mampu menjadi sosok lele penyet. Dan karena pada dasarnya aku memang paling nggak bisa dandan, jadi ya seadanya saja dan ini yang sering membuatku terlihat culun. Lain daripada itu nick p_nyet juga merupakan kenangan buatku, kenangan yang ditinggalkan alm. Ardy yang waktu itu selalu memanggilku penyet, setelah aku pikir-pikir nick p_nyet membawa keberuntungan, betapa tidak? Setelah rilis aku malah mendapat banyak relasi, pada awalnya mayoritas memang mengeryitkan jidad ketika mendengar nickku ini, tapi setelah sering ngobrol, kopi darat, tidak sedikit yang bilang "penyet emang nggak ada matinya...." Berkat id p_nyet pula aku kenal dengan salah satu pemilik ISP di bontang yang pada akhirnya memberiku pekerjaan, berkat id p_nyet juga aku kenal dengan system engineer yang bekerja disalah satu OIL Company di Jakarta yang saat ini juga menjadi teman sekantor, senior, brother etc dah, selengkapnya disini Thanks Mas Bro... Thanks Everybody
|