|
Written by pnyet
|
|
Page 2 of 2 Pendapat saya:
Bila facebook benar-benar diharamkan maka keterpurukan dan ketertinggalan akan menjadi momok bagi umat islam, cara pandang yang sempit seperti ini sangatlah tidak bijaksana bila melihat perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat. Sebagai umat muslim (non fanatik) saya sangat setuju bila memang facebook merupakan ajang maksiat atau lebih banyak mudharatnya untuk diharamkan. Tetapi dalam kasus ini facebook bukan hanya sebagai media pertemanan atau situs jejaring online yang tidak dapat dimanfaatkan untuk kegiatan positif, bukan tidak mungkin bila kita mengkampanyekan hidup sehat, hidup hemat, atau bahkan berdakwah melalui facebook. Seperti kutipan diatas facebook mirip kendaran bermotor, yang mana manfaat atau mudharatnya ditentukan oleh pengendara sendiri, akankan kendaraannya digunakan untuk menerobos traffic lamp? Atau akan digunakan untuk menabrak orang? Apa mungkin status haram disandang oleh kendaraan yang akan digunakan untuk menolong orang lain? Dalam hal ini siapapun kurang berhak untuk men-cap facebook haram atau halal, facebook sangatlah fleksibel terhadap penggunanya, digunakan untuk hal-hal positif atau negatif itu sepenuhnya adalah pilihan penggunanya. Lalu apa yang sepatutnya dilakukan oleh ormas islam? Mereka (Ormas Islam, -Red) memang harus lebih giat mensosialisasikan agar facebook tidak disalahgunakan. Pemikiran luas dan maju sangatlah dibutuhkan dalam hal ini, agar islam menjadi islam yang maju dan tidak hidup dalam keterpurukan dan ketakutan akibat perkembangan teknologi informasi. Saya sangat menharapkan agar generasi-generasi muda muslim mampu menjadi generasi yang berwawasan luas dan tetap berpegang teguh pada syariah yang ada. End.
<< Start < Prev 1 2 Next > End >> |