|
Awal kehidupan saya dengan lingkungan baru selalu menghadirkan persepsi miring tentang siapa saya dan bagaimana saya. Persepsi-persepsi miring tentang saya muncul karena memang saya tidak terlalu memperhatikan penampilan dan terkadang saya berpakaian ala kadarnya (yang penting nyaman) dilihat dari sisi manapun style saya adalah culun.
Dengan sedikit kemampuan membaca situasi, maka dalam beberapa bulan saya dapat melihat perubahan sikap dari beberapa teman disekitar saya. Salah satunya adalah ketika didalam suatu obrolan seorang teman membicarakan hal-hal yang cukup mewah dihadapan saya, misalnya tentang keluarganya dikampung yang memiliki mobil dan ruko (untuk ukuran kampung cukup mewah, -Red. Sering kali menceritakan tentang kehidupannya di kampung dan di kota dengan gaya hidup cukup modis membuatnya terlarut kedalam euforia kehidupannya sendiri tanpa mempedulikan orang lain yang mempunyai sisi-sisi tak terlihat. Beberapa waktu terakhir, ketika saya mulai berbicara, ketika saya mulai menampilkkan apa yang selama ini saya sembunyikan, secara pelan tapi pasti hal-hal yang tadinya digembar-gemborkan mulai menghilang. Sebenarnya saya tidak pernah membalas hal-hal seperti itu, tapi saya hanya memperlihatkan apa yang selama ini tidak pernah terpikirkan oleh orang-orang yang berpikiran subjektif. Sebenarnya terkadang saya bisa membaca pikiran orang dan mengetahui kebenaran dari suatu kisah. Hal ini muncul ketika pikiran saya sedang bersih dari negative thinks, banyak hal yang tidak saya perlihatkan dan kemudian saya tampilkan bukanlah bertujuan untuk menjatuhkan atau melakukan tindakan yang dapat menyinggung perasaan orang lain, tapi hal itu memang terjadi secara alami. Dari sisi psikologis, saya terkadang merasa senang ketika orang akhirnya tahu bahwa apa yang dibicarakannya tidak jauh melampaui apa yang saya ketahui dan alami (inilah sifat buruk saya, -Red). Dengan tidak menampilkan jati diri atau banyak hal dalam diri saya, apakah saya berhasil menjadi manusia yang unpredictable?
|