What I'm is an introvert?
Written by pnyet   
Setelah melakukan check-up semua mesin server (running well), tiba-tiba saja aku teringat mengenai karakter pribadi. Dalam case ini saya mengambil introvert dan extrovert sebagai penentu apakah saya termasuk kedalam tipikal-tipikal tersebut.
Sebelum ke bagaimana saya, sebaiknya perlu diketahui pengertian masing-masing karakter pribadi, Introvert personality adalah suatu karakter pribadi yang bersifat individu dan biasanya lebih pendiam dan tertutup, sedikit bicara dan lebih suka menjadi pendengar yang baik dalam suatu kelompok atau lebih suka menyendiri di rumah daripada harus berkumpul dengan orang lain, atau berjam-jam duduk di depan komputer.
Tapi tidak semua introvert bersikap seperti itu, tidak sedikit orang introvert yang suka berkelompok dan membicarakan sesuatu dengan temannya walaupun kebanyakan hanya suka membicarakan atau melakukan hal-hal yang dianggapnya bermanfaat atas berbagai alasan.
Sedangkan extrovert adalah kebalikan dari introvert, orang-orang yang berkepribadian ini lebih suka berkumpul dengan orang lain, dan blebih terbuka. Penganut extrovert mudah sekali menyesuaikan dengan lingkungan baru, dan senang berkenalan dengan orang-orang baru.
Secara general, makna dari intorvert maupun extrovert memang seperti diatas, namun introvert dan extrovert bukan merupakan karakter pribadi melainkan dimensi kepribadian yang menggolongkan tipe-tipe kepribadian seseorang yang membedakan yang satu dengan yang lainnya. Kecenderungan introvert dan extrovert ini tidak konsisten dengan pengertian intro ataupun extro itu sendiri, dalam beberapa hal orang bisa menjadi intorvert dan di hal yang lainnya bisa menjadi sangat extrovert. Dan untuk mengetahui seseorang itu penganut intorvert atau extrovert dapat dilihat terlebih dahulu konteksnya. Lalu bagaimana menentukan seseorang itu apakah intorvert atau extrovert?
jadi dalam melihat watak seseorang haruslah dikaitkan dengan konteksnya, ada orang yang cenderung intorvert pada suatu konteks tapi pada konteks lainnya bisa menjadi extrovert. Intinya adalah inttrovert maupun extrovert tidak bisa digeneralisir jadi kasuistik, tetapi situasional dan terkait dgn konteks yang dibahas. Bah...., ribet yah.....! So, bagaimana dengan saya?
Saya memang tidak suka berkumpul dengan orang-orang tanpa alasan yang jelas dan kurang bermanfaat bagi saya (nongkrong, hangout, clubing, warkop). Ketika saya berkumpul dengan orang-orang maka saya harus mendapat manfaat. Saya bisa seharian bersama lappy untuk hanya sekedar browsing internet atau join di forum-forum diskusi, bahkan saya akan menolak pergi ke mall ketika saya sedang didepan komputer (bila memang tidak ada kepentingan di mall).