|
Page 2 of 2 Kenangan demi kenangan seolah menjadi momok atas diri saya yang selalu membuat suasana mengharu biru, sering sekali ingatan-ingatan itu menghancurkan mood saya., dan ketika sedang banyak masalah maka Rui selalu hadir didalam benak saya "andai saja dapat kudengar suaramu saat ini, pasti hidupku akan menjadi lebih baik". Yaa..., memang dulu saya sangat gemar mendengarkan ceritanya, suaranya yang syahdu, lembut selalu mampu membius saya kalut dalam kedamaian yang sangat. Dulu, ketika sedang banyak pikiran, atau masalah maka saya selalu menelponnya dan seketika sterdengar suaranya maka pikiran posifit langsung daya dapat, dansaya dapat kembali ofkus untuk menyelesaikan masalahnya. Suaranya memang mempunyai daya sihir yang luar biasa bagi saya.
Hal lain yang membuat saya tidak bisa melupakannya adalah, kenyamanan yang ia berikan ke saya bukan melalui hubungan fisik, tapi kami memang benar-benar berhubungan secara sehat dan lebih mirip adik dengan kakaknya. Saya sangat senang sekali saat berada disampingnya, baik itu sewaktu pulang bersama dari sekolah ataupun pergi ke tempat-tempat wisata utnuk sekedar liburan. Apa yang saya rasakan ini tidak pernah saya rasakan sebelum atau sesudahnya. Gambaran dari perasaan saya ketika disampingnya adalah seperti orang yang sedang kehausan kemudian ditawari minuman dingin pasti enaknya teramat sangat. Ibarat orang yang sedang berjalan di gurun pasir (panas, haus) tiba-tiba saja diguyur oleh air hujan, meskipun lebay tapi seperti itulah rasanya ketika sedang disampingnya. Perasaan sepert itulah yang akhirnya membuat saya tergantung padanya, dan tidak bisa lepas darinya. Hari-hari saya lalui engan kesendirian tanpa kepastian, masih jelas teringat ucapnya terakhir kali waktu itu "Mas aku nggak mau pacaran, aku mau mengikuti syari'ah islam dan aku nggak bisa ngasih harapan. Aku takut ada yang sakit diantara kita, sebaiknya kita jalani saja kehidupan masing-masing". Kira-kira seperti itulah yang dikatankannya untuk terakhir kalinya, setelah itu aku masih mencoba untuk terus menghubunginya, namun usahaku sia-sia. Nomer telpon berganti-ganti, smsku tidak pernah dibalas. Yah mungkin memang dia ingin benar-benar membuangku, tapi apapun itu, aku masih menginginkanmu, dan Il'l waiting for U, and maybe someone like You.
<< Start < Prev 1 2 Next > End >> |