Republika. Banyak remaja memanfaatkan internet untuk mendapatkan penghasilan. Apa yang mereka lakukan?
Adalah Mark Zuckerberg, pemuda yang terlah menjadi miliuner pada usianya yang belum genap 25 tahun. Semua ini berkat keuletannya mengotak-atik segala sesuatu yang berbau elektronik dan komputer, termasuk pembuatan beragam software. Suatu saat di salah satu kamar Universitas Harvard, Amerika Serikat, dia membuat jejaring pertemanan di internet. Tujuan awalnya hanya untuk menjalin pertemanan sesama mahasiswa. Namun, situs yang dinamai Facebook ini justru meledak dan menjadi situs pertemanan yang paling sering diakses oleh orang di seluruh dunia.
Siapa sangka membuat situs internet bisa membuat remaja kaya mendadak. Meski tidak bisa dikatakan serupa, beberapa remaja di Indonesia juga sudah mulai mengais keuntungan melalui pembuatan situs-situs pribadi. Faisal Ahmad Sulhan sejak setengah tahun yang lalu selalu berkutat dalam pembuatan website.
Remaja yang masih tercatat sebagai siswa kelas XI, SMU 3 Yogyakarta, ini mengaku akan menekuni kegiatannya itu sebagai tujuan hidupnya. Melalui situs hasil karyanya, dia sudah bisa jajan dengan uang hasil kerjanya sendiri. "Ya lumayanlah, tapi masih belum seberapa," ujar Faisal.Faisal mendapatkan kemampuannya membuat situs bukan dari sebuah pendidikan formal. "Aku hanya belajar dari internet," kata dia.
Di rumahnya, koneksi internet berlaku selama 24 jam, berkat hasil patungannya dengan sang kakak. Karena keterampilannya itu, beberapa orang juga sering meminta tolong untuk dibuatkan situs internet. Malalui www.tugutechno.com hasil kreasinya, dia menawarkan kemampuannya itu. Selain itu, bersama kakaknya, dia juga membuat dan mengelola situs www.Parfumbutik.com. Ini adalah situs yang dipakainya untuk berjualan parfum dan berbagai jenis kaus buatannya.
Faisal mengaku lebih senang menggunakan situs pribadi untuk usahanya karena lebih bebas mengeksplorasi dan membuat situsnya itu menjadi unik di antara yang lain. "Kalau bikin sendiri kita bisa ngatur-ngatur sendiri," ujarnya.Hal yang sama juga dilakukan oleh Faishah Wahiduddin, siswa SMP 4 Tambun, Bekasi. Dia membuat www.islwebdesign.com enam bulan lalu, berawal dari rasa penasaran. Dia mengaku belajar otodidak melalui sebuah buku dengan slogan unik di toko buku. Tertulis di buku itu, 'membuat website semudah memasak mi instan'. "Nah, dari sini aku mulai menawarkan pembuatan website malalui situs ku itu," ujar Faishah. (Rep/kim)
Remaja saja bisa berpenghasilan dari internet...! Tantangan dong untuk para orang tua...?
|