|
Keuntungan Situs Pribadi [Nampang di Koran Republika] |
|
Written by pnyet
|
|
Page 1 of 2 Di era teknologi informasi seperti sekarang ini sudah tidak aneh dan mengherankan lagi bila seseorang memiliki website. Mulai dari website yang berisi iklan komersial dan ada pula yang hanya berisi seputar daily activities pemiliknya. Jelas sekali bahwa website yang berisi iklan komersial bisa dibilang website profitable karena memang tujuannya untuk menghasillkan uang, lalu bagaimanakah dengan website pribadi yang isinya hanya tentang daily activities atau coretan-coretan yang terkesan non profit?
Keuntungan Situs Pribadi
Menurut M E Fakhrurrozi, seorang praktisi teknologi informasi, pembuatan situs pribadi yang bukan gratisan karena bisa mengatur bentuk tampilan dan mengisinya dengan segala sesuatu yang diinginkan tanpa harus khawatir melanggar term of service(TOS). "Penyedia layanan gratis biasanya membatasi isi dan tampilan, bahkan jika isi tidak sesuai dengan TOS, bisa-bisa langsung ditutup dan semua isinya hilang. Kita cuma bisa mlongo aja tanpa bisa komplain," kata dia.
Pria yang bekerja di www.iixmedia.com (profider domain dan hosting) ini juga melihat bahwa ada peluang usaha dari pembuatan situs pribadi. Ini yang mendorong banyak remaja yang tertarik menggunakannya. "Bisa dibayangkan blog kita adalah sebuah majalah. Apabila majalah itu ramai, maka kita bisa pasang dan tawarkan sesuatu di sana untuk iklan. Nah, iklan itulah yang dapat menghasilkan dolar atau rupiah. Apalagi blog kita berbahasa Inggris, ya dolar tentu saja bisa datang dengan sendirinya," tutur Fakhrurrozi.
Karena bisa menghasilkan uang inilah yang membuat David Suhendrik, mahasiswa semester kedua Bina Sarana Informatika membuat situs pribadi. Sejak setahun yang lalu dia membuat www.pnyet..web.id yang berisi tulisan-tulisannya seputar pekerjaan dan kegiatannya sehari-hari. "Awalnya saya kan sering lupa, jadi bikin catatan kegiatan di website," ujar dia.
Dari situs yang berisi dokumen-dokumen pribadinya itu dia memasang back link. Sebuah layanan yang saat kita meng-klik link tersebut, maka pemilik situs akan mendapat kredit yang bisa menjadi uang. David pernah mempunyai back link yang tersambung dengan situs Google. Bebarapa kali orang yang mengunjungi situsnya itu meng-klikback link itu. "Nah dari situ aku pernah dapat cek transfer sebesar 100 dolar," ujar David. (Rep/kim)
Perlu Komitmen
Tapi, pembuatan web bukan semata-mata untuk mencari uang saja. Dea Siti Hafsha yang baru saja lulus dari SMU 8 Yogyakarta, sejak masih duduk di kelas XII sudah mengelola situs www.delayota.org sebagai sebuah forum yang mengakrabkan teman-teman seangkatannya, angkatan di bawahnya, bahkan dengan alumni-alumni. "Tapi, untuk menjalankan situs ini yang susah itu komitmennya," ujar gadis yang akrab dipanggil Tia ini.
<< Start < Prev 1 2 Next > End >> |