How To Purchase a Computer
Written by pnyet   

Lalu mana yang harus dibeli?

Untuk menentukan komputer branded atau rakitankah yang harus dibeli tentunya beberapa result comparison diatas dapat dijadikan pertimbangan. Dari sisi harga, tentu saja komputer branded lebih mahal daripada komputer rakitan yang dapat disesuaikan dengan budget, silahkan lihat kantong Anda sebelum ke toko komputer.

Melihat berbagai produsen komponen komputer yang cukup banyak tentunya konsumen diberi berbagai pilihan mulai dari yang berkualitas hingga ke yang murahan. Semuanya tidak lepas dari “ada harga ada rupa”. Saya sendiri vote for rakitan, karena fleksibilitasnya terhadap upgrade dan harga yang lebih pas untuk kantong-kantong mahasiswa seperti saya.

Bagaimana membeli komputer?

Bagi yang ingin membeli komputer branded tidaklah terlalu repot, cukup sediakan uang dan pilih model atau type dari merk yang ditentukan, dari data tersebut maka dapat dicari spesifikasi teknis dari produk yang akan dibeli. Data sheet dapat diperoleh dari website produsen tersebut. Spesifikasi teknis dapat diketahui secara lengkap didalam data sheet tersebut.

Menjadi masalah tersendiri bagi orang awam (kurang mengerti tentang komponen komputer), karena memang mayoritas konsumen rakitan hanya melihat murahnya saja. Padahal bisa saja membeli komputer dengan harga murah namun tidak kalah dengan komputer branded. Dibawah ini adalah step by step bila ingin merakit komputer by self.

  1. Tentukan Processor yang akan digunakan, mau menggunakan AMD atau Intel yang sama-sama memiliki kekurangan dan kelebihan, mulai dari AMD Athlon Duron, Athlon, Phenom, dan Intel Pentium 4, Dual Core, Core 2 Duo, Xeon.
  2. Setelah menemukan processor yang akan dipakai, selanjutnya adalah menentukan motherboard.Yang perlu diperhatikan adalah kompatibilitas mobo dengan processor yang digunakan, beberapa parameter yang perlu diperhatikan adalah jenis socket pada processor, misalnya kita akan menggunakan AMD socket AM3 ternyata yang dibeli adalah mobo yang belum mendukung socket AM3 atau kita ingin menggunakan processor intel socket LGA 775 tapi ternyata yang kita beli adalah mobo yang socket 478. Parameter lain yang juga dianjurkan identik adalah FSB yang didukung oleh mobo tersebut, misalnya processor Intel Core 2 Duo E8500 yang mempunyai FSB 1333 dipasangkan dengan mobo Gigabyte GA-G31M-ES2C yang memang mendukung FSB 1333, sehingga performa komputer menjadi lebih optimal. Selain dari 2 faktor diatas, hal-hal lainnya yang patut dipertimbangkan adalah fitur yang di tawarkan motherboard itu sendiri. Mulai dari chipset yang digunakan, VGA on board, PCI Express, Slot PCI, dukungan terhadap aplikasi-aplikasi baru seperti RAID dll.
  3. Langkah ketiga adalah menentukan RAM, berapa RAM yang akan kita gunakan 1, 2, 4, 8 GHz? Untuk menentukan RAM yang dapat dijadikan tolak ukur adalah mobo yang digunakan, tentu saja masing-masing mobo mempunyai kompatibilitas RAM yang berbeda-beda. Untuk mendapatkan RAM yang bagus sebaiknya melihat dukungan motherboard, ini bisa dilihat di datasheet mobo atau spesifikasi teknik dari mobo tersebut.
  4. Setelah ketiga item diatas dipenuhi maka sebaiknya segera menentukan harddisk dan beberapa device pendukung lainnya seperti DVD Reader / Recorder [DVD R / DVD RW], untuk masalah ini hanya perlu sedikit mengintip dukungan mobo terhadap hardware-hardware tersebut, seperti: Sata, IDE, PCI, PCI Express. Dan juga jangan lupa untuk mengintip kantong Laughing
  5. Step kelima adalah menetukan Casing dan PSU yang juga tak kalah pentingnya dengan step 1 dan 2, disini diperlukan sedikit kalkulasi Power (Watt) yang dikonsumsi oleh System Unit atau dalam bahasa rakyat disebut juga CPU, Untuk menghitung daya yang diperlukan bisa dilakukan dengan mengkalkulasi kebutuhan listrik masing-masing hardware yang tertera di produknya. Untuk penggunaan perumahan dan bila komputer tidak dipasangi dengan device yang aneh-aneh atau berlebihan maka PSU (Power Suply) dengan daya max 450 Watt sudah mencukupi.
  6. Untuk Monitor mouse dan keyboard menyesuaikan selera saja, klo misalnya ada budget lebih ada baiknya dibelikan LCD. Soal pembelian LCD yang harus diperhatikan adalah dpi (Dot Per Inch) pada LCD tersebut, semakin besar perbandingan dpi nya maka semakin bagus kualitas gambarnya. Sedangkan untuk membeli monitor CRT yang perlu diperhatikan adalah konsumsi dayanya yang rata-rata cukup tinggi. Sebenarnya CRT masih tetap lebih bagus daripada CRT karena tidak terpengaruh oleh dpi, baik tidaknya CRT terngantung dari playback dan heater didalamnya, selama dua komponen ini normal maka usia monitor CRT bisa jauh lebih tua daripada kita Cool. Untuk mouse dan keyboard tentunya tidak ada masalah berarti, silahkan menyesuaikan selera saja.