Sudah lama sebenarnya saya menginginkan istri kedua, setelah deskpy udah mulai "lambretos nggilanos". Saya pikir ini adalah waktu yang tepat untuk berpisah (halah malah nyanyi) maksudnya adalah bye bye lemot...., saatnya berpikir dan bekerja lebih cepat seperti genderang mau perang .
Ketertarikan saya pada laptop ini terjadi setelah saya surving untuk mencari referensi selama sekitar 1 bulan (haduh lama banget mikirnya), ya memang saya agak lama dalam memppertimbangkannya, karena hal ini berkaitan dengan kelangsungan, keharmonisan saya dengan lappy (istri kedua, -Red). Pertimbangan saya lainnya adalah untuk membeli kuda besi Satria FU CBU Thailand 2nd editions (conditions ) sebagai teman sejati dalam berkelana di dunia persilatan ini. Setelah berpikir, menimbang, dan menimang (ngitung duit Gan), (Bismillah) saya putuskan untuk menunda si FU dan membelai (buy) notebook. Refer punya refer, saya sempat kepikiran untuk membeli PC Tablet yang harganya diatas 8.5jt, akhirnya saya buang jauh-jauh keinginan tersebut.Yah, meski uang ada namun karena saking (terlalu) banyaknya kebutuhan hidup akhirnya saya kembali ke budget awal untuk mencari notebook kisaran harga 7-8jt saja. Saya pikir dengan uang uang segitu saya sudah mendapat perwakilan untuk kebutuhan sehari-hari (game, programing, archiving, etc). Hm..., beli merk apa yah? Ketika muncul pertanyaan tersebut tak pelak dibenak saya terbesit Lenovo (40%), HP,(25%) Fujitsu (20%), Mac Apple (15). Hufff, salah nih... inget budgetnya yang hanya 7-8jt akhirnya brand Fujitsu dan Mac Apple tergantikan oleh Asus dan Acer dengan rating yang tidak berubah.Hm..., milih apa yah? Saya sendiri cenderung prefer ke Lenovo karena melihat brand IBM yang nempel pada brand baru tersebut. Untuk HP sendiri saya pernah punya masalah dengan installasi driver untuk kelas Presario V3000 beberapa waktu lalu. Dan sehubungan dengan harganya yang masih relatif lebih mahal dari lenovo dengan spesifikasi yang sama meskipun bundled Vista Home Basic. Dikalkulasi sih emang nggak jauh ya, karena bundled Vista yang OEMnya sendiri kisaran 800rb. Tapi yang namanya simpatisan OpenSource dan demmi menggalakan OpenSourisasi akhirnya nyari-nyari yang non OS saja. Udah dulu ya Gan mau ke Mangga Dua Mall dulu, nantikan FR nya ....
|