Apa yang membuatmu bahagia?

10 Jan
bersyukur
Source image: mojok.co

Malam ini saya sedang chat dengan seseorang yang tiba-tiba menanyakan “apa kamu bahagia?” Karena tidak mengerti dengan maksud perkataannya lalu saya menanyakan maksudnya dan dijawab “apa yang membuatmu bahagia?”.

Banyak yang bilang bahagia adalah pilihan, atau ketika seseorang memilih untuk bahagia maka dia akan bahagia. Secara pribadi saya setuju dengan hal ini, Anda? Lalu apa yang bisa membuat saya memilih untuk bahagia? Ijinkan saya cerita..

Sebelum mempunyai pekerjaan yang sekarang ini saya bekerja di perusahaan penyedia jasa internet, gaji disana lumayanlah mendekati 2 digit. Menurut perhitungan, gaji tersebut cukup untuk kebutuhan sehari-hari, nabung sedikit, dan cicilan mobil yang belum lunas sampai sekarang :d. Selain sebagai gaji kantoran, kadang saya juga mendapat pekerjaan diluar jam kerja dengan fee yang lumayan atau sekali project bisa setengah gaji bulanan, kalau berungtung satu project bisa 1 atau 2 kali gaji.

Tentu sesuai perhitungan kasar diatas biaya hidup saya tercukupi dan malah bisa nabung lebih banyak, tapi faktanya?

Baru 5 bulan belakangan ini saya sadar, ternyata kebahagiaan saya waktu itu belum maksimal dan tergantung dengan materi (uang) yang saya dapat setiap bulannya. Saya senang ketika bisa ngajak keluyuran si a, si b, si c atau si abc, dan setiap hari nongkrong di cafe entah sedang ada kerjaan atau cuma ketak-ketik ngga jelas, ngelamun cari ide.

Setelah melalui pertimbangan panjang, akhirnya saya memutuskan mengundurkan diri dan mendirikan perusahaan hosting dengan basic income yang sama dan mulai dari sini. Disinilah saya mulai merasa menyesal meninggalkan kenyamanan maksimal ditempat lama dan akal sehat saya mulai goyang. Kondisinya saya harus mengeluarkan biaya tambahan sekitar 3 juta per bulan untuk biaya perjalanan dari tempat kos ke kantor baru. Setiap bulan selalu minus dan beruntung ada kartu kredit yang bisa menalangi selama beberapa bulan, ini saya alami hampir setahun.

Keadaan membaik ketika ada tawaran untuk menempati rumah tinggal didekat kantor tanpa biaya atau bisa disebut biaya kompensasi. Kemudian income yang saya terima juga ada peningkatan setelah ada penyesuaian gaji (masih nguli).  Tapi ternyata rumah tinggal, peningkatan income belum sepenuhnya menyelesaikan masalah. Hari-hari saya masih lebih banyak gelisahnya karena selalu ada keinginan-keinginan yang tidak terwujud. —akhir cerita

Sejak 5 bulan terakhir setelah saya sadar (baca diatas), bahwa ada yang salah dengan cara saya menjalani hidup, masih begitu banyak kesalahan-kesalahan yang terus berulang.  Pada suatu titik saya merasa pasrah, merasa begitu lelah dengan semua keadaan, hanya karena satu hal lalu saya melupakan apa yang telah saya dapatkan selama ini.

Karena pasrah (kecenderungan menyerah), akhirnya saya mencoba mengurangi, menghindari kesalahan-kesalahan dan sesekali ikut sholat jama’ah di masjid, sekali dua kali lama-lama menjadi nyaman berada di masjid dan setelah 3 bulan pemikiran saya mulai berubah, dari yang tadinya semi putus asa (nyerah) menjadi lebih ikhlas meskipun belum maksimal dan masih pasang surut.

Keikhlasan menjalani hidup ini membuatku lebih damai, beban kehidupan menjadi lebih ringan karena saya yakin bahwa apa yang saya alami saat ini adalah yang terbaik bagi hidup saya sekarang dan nanti. Lambat laun semakin lebih ikhlas, semakin bersyukur atas nikmat yang saya dapat. Saya memilih bahagia dengan belajar lebih ikhlas, lebih bersyukur atas apapun yang saya terima baik itu kesusahan ataupun kesenangan. Sekali lagi, itulah jalan bahagia saya saat ini.

Apa yang membuat Anda bahagia?


“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrohim [14] : 7)

ps: tulisan ini tidak bermaksud buruk, saya bukan manusia suci dan paling benar, saya manusia biasa yang tak luput dari salah dan dosa. Saya hanya sedang belajar dan memilih bahagia dengan jalan ini :).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.